Teknologi Ramah Lingkungan

Teknologi Ramah Lingkungan

Teknologi Ramah Lingkungan – Lingkungan sekitar kita tidak lepas dari pemanfaatan teknologi, mulai dari pertanian, industri skala besar, dan industri rumah tangga. Penggunaan teknologi yang tidak tepat dapat merusak lingkungan. Oleh karena itu, sebagai warga negara yang baik kita harus memperhatikan lingkungan sekitar.

Teknologi Ramah Lingkungan

Teknologi Ramah Lingkungan

energiasolaraldia – Selain untuk pelestarian alam, perlindungan lingkungan juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan Anda dan keluarga. Teknologi ramah lingkungan (sustainable technology/green technology) merupakan suatu bentuk teknologi terapan yang memperhatikan prinsip-prinsip perlindungan lingkungan. Tujuan dari teknologi ini adalah untuk memberikan kemudahan dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

Tujuan teknologi ramah lingkungan adalah menghasilkan berbagai produk dan jasa yang bermanfaat bagi masyarakat, dengan menggunakan sumber daya alam terbarukan dan tanpa menimbulkan limbah yang merugikan lingkungan. Selain itu, bahan-bahan yang dapat didaur ulang juga dapat digunakan dalam teknologi ramah lingkungan.

Sumber energi listrik dapat berasal dari matahari, angin dan air. Sumber energi alternatif juga dipilih karena bersifat terbarukan dan tidak mencemari lingkungan. Lingkungan kita tidak bisa lepas dari penggunaan teknologi. Benar sekali, untuk mendapatkan teknologi ini membutuhkan biaya yang cukup besar dibandingkan membeli peralatan dengan teknologi tradisional. Kondisi ini tentu menjadi tantangan bagi kami khususnya para pengembang untuk menciptakan teknologi hijau yang ramah lingkungan namun juga terjangkau (murah). Contoh teknologi ekologi adalah mobil listrik, sel surya, dan biogas.

Teknologi ramah lingkungan telah diterapkan di berbagai bidang, antara lain energi dan industri, lingkungan hidup dan transportasi.

a) Biogas

Biogas merupakan salah satu bahan bakar alternatif yang saat ini banyak digunakan sebagai bahan bakar rumah tangga di Indonesia. Biogas diperoleh dari proses fermentasi bahan organik oleh bakteri anaerob (bakteri yang hidup di lingkungan bebas oksigen). Bakteri anaerobik ini mengubah 75% bahan organik menjadi metana (CH4) dan gas lain seperti karbon dioksida, hidrogen, dan hidrogen sulfida. Namun gas yang digunakan sebagai sumber bahan bakar adalah gas metana. Bahan organik yang paling cocok untuk produksi biogas adalah bahan organik padat, cair dan homogen. Saat ini, kotoran hewan dan urin merupakan pilihan yang cocok untuk produksi biogas.

Baca juga : Teknologi Energi Bersih dan Energi Terbarukan

b Biofuel

Biofuel adalah teknologi untuk menghasilkan energi alternatif dengan menggunakan sumber daya alam terbarukan. Biofuel berasal dari bahan organik tetapi berbeda dengan bahan bakar fosil. Sama-sama berasal dari bahan organik, namun biofuel dapat diolah langsung dari bahan organik seperti tumbuhan, sedangkan bahan bakar fosil berasal dari hewan atau tumbuhan yang mati jutaan tahun lalu. Biofuel ada dua jenis yaitu berupa etanol dan biodiesel.

Etanol adalah sejenis alkohol yang dapat dihasilkan melalui fermentasi karbohidrat atau reaksi kimia gas alam. Beberapa tanaman yang banyak mengandung karbohidrat, seperti jagung, sorgum atau singkong, biasanya digunakan untuk memproduksi etanol. Namun biodiesel merupakan bahan bakar alami yang biasanya diperoleh dari lemak nabati.

c. Sel surya

Ketika sinar matahari melewati panel surya, cahayanya menyebabkan bagian-bagian panel tersebut memancarkan elektron. Elektron-elektron ini kemudian digabungkan dengan sistem tertentu untuk menghasilkan listrik, yang kemudian disalurkan dan disimpan dalam baterai untuk digunakan pada hari mendung atau semalaman. Lebih banyak energi juga dapat digunakan untuk menjalankan pompa yang memompa udara ke lubang-lubang besar di tanah. Udara ini mempunyai tekanan yang tinggi sehingga bila dikeluarkan dapat memutar turbin dan menghasilkan listrik. Biasanya sel surya ini berukuran tipis (hampir seukuran selembar kertas) dan mampu menghasilkan listrik. Panel surya memiliki banyak keunggulan, seperti tidak menghasilkan gas rumah kaca, dapat menghasilkan energi yang cukup besar, serta mudah dipasang, dipindahkan, atau diperluas. Walaupun panel surya memiliki banyak kelebihan, namun juga memiliki beberapa kelemahan, seperti perlunya sistem penyimpanan listrik, dan komponen panel surya tersebut merupakan limbah berbahaya sehingga harus didaur ulang. Penerapan teknologi ini memerlukan biaya produksi yang tinggi dan terbuat dari silikon murni (Si) atau silikon polikristalin dalam beberapa logam asli setelah 20-25 tahun digunakan. Jika panel surya.

Baca juga : Tren Penggunaan AI Dalam Industri Film Indonesia

d. Pembangkit Listrik Tenaga Air

Pembangkit Listrik Tenaga Air yang biasa disingkat PLTA adalah pembangkit listrik yang memanfaatkan air dengan cara mengubah energi potensial dan energi kinetik. Pengertian PLTA dalam Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor: 54/MIND/PER/3/2012 tentang Pemanfaatan Produk Dalam Negeri Dalam Pembangunan Prasarana Ketenagakerjaan adalah pembangkit yang mengubah energi potensial menjadi energi, kecepatan yang disebut energi kinetik air untuk menghasilkan listrik.

Prinsip pengoperasian pembangkit listrik ini pada dasarnya adalah konversi energi potensial air, atau energi gravitasi, menjadi energi listrik. Air yang mengembang menghasilkan energi potensial ketika jatuh secara gravitasi ke dalam turbin. Ketika air mengenai turbin, energi potensialnya diubah menjadi energi kinetik, sehingga menimbulkan kecepatan untuk memutar turbin dan diubah menjadi energi mekanik. Turbin kemudian berputar dan mengarahkan putarannya ke generator. Generator mengubah energi mekanik yang dihasilkan turbin menjadi energi listrik. Listrik yang melewati catu daya ini dihubungkan ke kabel-kabel yang telah dihubungkan oleh pengguna.

Kabel ini ditempatkan pada tinta sehingga dapat mengalirkan listrik ke konsumen untuk keperluan sehari-hari. Hasil samping dari pembangkit listrik ini adalah air yang kemudian dialirkan ke sungai dan dapat digunakan kembali oleh warga. Dengan demikian,

dapat disimpulkan bahwa efisiensi dan efektivitas produksi listrik terletak pada peningkatan energi potensial air, yang memutar turbin lebih cepat, menghasilkan listrik melalui generator.

e Pembangkit listrik tenaga pasang surut

Listrik juga dapat dihasilkan dari aliran air gelombang laut dan pasang surut air laut. Di beberapa pantai dan muara, permukaan air bisa naik atau turun hingga 6 meter atau lebih. Bendungan dibangun di pantai dan muara untuk menangkap energi dari air laut untuk digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga air. Saat ini, hanya sedikit negara yang menggunakan teknologi ini. Salah satu penyebab terjadinya hal ini adalah karena biaya pembangunan teknologi ini sangat tinggi, peralatan mudah rusak akibat korosi air laut dan badai, dan hanya ada sedikit wilayah di dunia yang cocok untuk membangun teknologi ini.

f) Produksi energi angin

Berbeda dengan minyak dan batu bara, energi angin tersebar luas dan tidak ada habisnya, dan produksi energi angin sangat tidak menimbulkan polusi. Pembangkit listrik ini bisa dibangun lebih besar lagi bila diperlukan. Turbin angin adalah cara termurah untuk menghasilkan listrik. Jika teknologi ini diterapkan di Indonesia, diperkirakan tidak akan terjadi kekurangan listrik di Indonesia, namun akan terjadi kelebihan listrik di Indonesia. Indonesia mulai mencoba membangun pembangkit listrik tenaga angin, misalnya di pulau kecil Nusa Penida di selatan yaitu kota La Rance di Perancis.

Penerapan teknologi ramah lingkungan pada lingkungan Penerapan teknologi ramah lingkungan pada bidang lingkungan hidup adalah biopori, fitoremediasi, toilet pengomposan, dan teknologi pengolahan air.